http://serambinews.com/index.php?aksi=bacaberita&beritaid=24841&rubrik=1&topik=1
Senin, 05 Feb 2007 | 17:00:26 WIBARSIP :
05/02/2007 10:29 WIB
Di Peusangan, Bireuen
Dua Pemuda Menghilang, Seorang Ditemukan Tewas
* Mayat Korban Ditimbun di Gundukan Pasir
[ rubrik: Serambi | topik: Peristiwa ]
BIREUEN – Seorang pemuda Desa Uteun Bunta,
Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen bernama
Safrizal (23), Minggu kemarin ditemukan jadi mayat
dengan leher nyaris putus di bawah gundukan pasir,
kawasan pantai Desa Punjot Pasi yang berjarak
sekitar 17 km utara Keude Peusangan. Sedangkan
temannya bernama Bukhari (21) yang berangkat dari
rumah secara bersamaan pada Jumat (2/2) malam
belum diketahui nasibnya.
Menurut informasi yang diperoleh Serambi,
kecurigaan adanya sesuatu di bawah gundukan pasir
terlihat pertama sekali oleh seorang perempuan
penduduk Desa Punjot Pasi ketika ia menghela
ternak lembunya di tepian pantai itu, Sabtu (3/2).
Perempuan itu sempat melihat bercak darah di
sekitar gundukan tanah namun tak berani memastikan
benda apa di bawah gundukan tersebut. Dia
melaporkan temuan itu kepada suaminya namun takut
melapor.
Pada hari Minggu kemarin, Ali Mansur (65), seorang
nelayan warga Punjot Pasi yang melintas di tepian
pantai tersebut juga curiga melihat bercak darah
di sekitar gundukan pasir. Gundukan itu ia
tusuk-tusuk dan kemudian dikoreknya. Ali
terperanjat ketika melihat jari kaki manusia
menyembul ke atas. Setelah digali agak dalam,
langsung terlihat sesosok mayat laki-laki berkulit
putih mengenakan celana jeans dan baju kaos warna
kuning garis-garis. Leher mayat itu nyaris putus
akibat luka gorokan.
Secepatnya Ali melaporkan temuan itu kepada kepala
desa dan selanjutnya diteruskan ke pihak keamanan.
Dalam tempo singkat, ratusan warga sudah berada di
lokasi temuan. Terakhir diketahui, mayat tersebut
adalah Safrizal, anak dari almarhum H Abdurrahman,
warga Uteun Bunta Peusangan. Pemuda yang baru
lulus SMA itu sehari-hari bekerja sebagai agen
kendaraan bermotor. Dia tinggal bersama ibunya
bernama Hj Aminah (70).
Komandan Koramil Jangka, Bireuen, Letda CZI
Asmarahadi membenarkan temuan mayat bernama
Safrizal, warga Uteun Bunta. Mayat itu ditemukan
pertama sekali oleh Ali Mansur, nelayan di Desa
Punjot Pasi, Minggu (4/2).
Baru jual kendaraan
Abang kandung korban, Bainal Arahman yang ditemui
Serambi, di rumah duka, kemarin terlihat tidak
mampu menahan kepedihan ketika mengetahui adiknya
tewas secara mengenaskan. “Saya tak habis pikir
kenapa adik saya dibunuh, kalau memang mau minta
uang, katakan saja, akan kami usahakan,” kata
Bainal terbata-bata.
Menurut Bainal, pada Jumat siang, Safrizal
berhasil menjual sebuah mobil sedan dan satu unit
sepeda motor. Setelah melakukan transaksi itu,
Safrizal pulang ke rumah.
Pada malam harinya, sekitar pukul 22.00 WIB,
Safrizal bersama Bukhari keluar rumah dengan
sepeda motor Satria warna hijau. Ia minta izin ke
ibunya hendak ke Jalan Jangka menjumpai temannya.
Satu jam setelah meninggalkan rumah, pihak
keluarga menerima telepon yang bersumber dari HP
Safrizal, namun yang menelepon bukan Safrizal. Si
penelepon mengabarkan Safrizal kecelakaan
lalulintas di Krueng Panjoe, Kutablang. “Sekarang
Safrizal sudah kami bawa ke rumah sakit
Lhokseumawe,” kata si penelepon.
Mendapat informasi tersebut, keluarga bergegas
hendak ke Lhokseumawe. Tetapi tiba-tiba masuk lagi
panggilan telepon yang mengatakan Safrizal tidak
lagi di rumah sakit Lhokseumawe tetapi sudah
dibawa ke “atas” untuk diurut. “Abang tidak perlu
susah, ia dalam pengobatan,” kata si penelepon
sebagaimana dikutip keluarga korban.
Keesokan harinya, Sabtu (3/2) sore, seorang
anggota keluarga Safrizal menelepon ke nomor HP
Safrizal. Ketika itu si penerima telepon mengaku
bernama Adi di Bireuen. Pihak keluarga mengatakan
ingin bicara dengan Safrizal, tetapi awalnya si
penerima telepon mengelak dengan alasan Safrizal
sedang mengendarai sepeda motor. Karena terus
didesak, Safrizal sempat menjawab melalui HP.
“Tidak usah gundah, saya sedang pulang, doakan
agar saya selamat,” begitu jawaban Safrizal
sebagaimana ditirukan kembali oleh M Yusuf, sepupu
Safrizal.
Karena dijawab akan pulang, malam itu juga
sejumlah keluarga menunggu di Simpang Cot Ijue,
Peusangan. Namun hingga satu jam lebih orang yang
ditunggu tidak muncul-muncul. Keluarga memutuskan
mencari Safrizal di sepanjang jalan sambil
menanyakan ke sejumlah tempat, rumah sakit, dan
orang pintar.
Karena usaha mencari Safrizal tidak berhasil, pada
Minggu siang kemarin Bainal melaporkan kasus
kehilangan adiknya ke Polres Bireuen. Selanjutnya,
menjelang sore, sekitar pukul 14.30 WIB, diperoleh
informasi tentang temuan sesosok mayat di Desa
Punjot Pasi. Anggota Polsek Jangka, Polsek
Peusangan, dan Polres Bireuen langsung turun ke
lokasi temuan. Akhirnya terungkap, mayat tersebut
adalah Safrizal. Jenazah korban dievakuasi ke RSUD
dr Fauziah Bireuen dan kemudian dipulangkan ke
rumah duka di Desa Uteun Bunta, pedalaman
Peusangan.
Masih misterius
Hingga tadi malam, Bukhari (21), yatim piatu warga
Desa Uteun Bunta yang merupakan teman Safrizal,
yang berangkat sama-sama pada Jumat malam belum
diketahui nasibnya. “Safrizal ditemukan menjadi
mayat, bagaimana nasib Bukhari dan sepeda
motornya?,” kata sejumlah warga saat melihat
jenazah Safrizal.
Menurut keterangan Ishak Adam, paman Bukhari,
sampai sore kemarin Bukhari belum ditemukan
walaupun sudah dicari ke sejumlah tempat.
Pencarian juga dilakukan di sekitar lokasi temuan
mayat Safrizal. “Semoga Bukhari kembali dengan
selamat,” harap seorang anggota
keluarganya.(yus/am)