sulaiman's posts with tag: foto
 |  | Kehidupan, memang belum berhenti. Ketika binatang tetap memiliki kemesraan sesama dirinya, sangat kontras dengan manusia yang membuat perang dan permusuhan di mana-mana! |
 |  | Mari ke masjid! |
 |  | Suatu hari di Krueng Raya, lal berjalan ke Samalanga lewat Jalan Banda Aceh -Medan. |
 |  | Suatu waktu, berkesematan berjumpa dengan Ayahanda Ahmad Tohari dan Profesor Budi Darma, Chenchen, Dirman, dan Ahadiat |
 |  | Foto ini, menjadi pemenang dalam Worldpress 2005. Foto yang menggambarkan betapa konflik kekerasan di Aceh menyimpan banyak duka. Foto ini, milik seorang jurnalis Aceh, Tarmizi Harva. Dari kekerasan di Aceh, seyogianya menjadi pengalaman pahit akan tak bernilainya kemanusiaan, bagi manusia sejagad. Semoga! |
 |  | Ini adalah wajah aneuk kumuen yang selalu mau difoto. Maklum, mereka baru belajar berfose. |
 |  | Seniman Aceh, Rafli, dan Udin Pelor. Gmbar lainnya adalah kuburan Tun Srilanang, Uleebalang di Samalanga zaman dahulu. Foto Rafli dan Udin, dipotret saat berada di Samalanga, beberapa waktu lalu. |
 |  | Suatu hari, sekitar sebulan yang lalu, banjir itu kembali datang, dan menyisakan berbagai hal yang harus dibersihkan kemudian. Rumah putihku (Gambar 40) turut dikunjungi banjir, hingga padi yang disimpan dalam kroeng kami basah semuanya. Belum lumpur yang harus dibersihkan. Beberapa rumah rusak. Tepi sungai makin tidak enak dipandang. Anak-anak bermain dalam lumpur. Di samping meunasah (Gambar 52), juga menampakkan suasana serupa. Ada tiga banjir lagi sudah datang dalam sebulan ini. Tak tentu waktu, ia bisa datang setiap saat, karena penyangga sudah tak ada lagi. Ya Allah... |
 |  | Ini adalah bukti mahasiswa yang mencontek. Suatu kali, berkesempatan jadi pengawas ujian, terlihatlah di dinding, bangku, coretan-coretan. Ini namanya, "Menulis Di Mana-mana". |
 |  | tentang tiga orang |
| |