Hari ini, 26 Desember 2006, setelah berdoa sedikit dua tahun tsunami, aku kembali pergi ke pihak terkait untuk mengurusi surat kesehatan --ya, surat kesehatan untuk satu syarat yang harus aku lengkapi.
Surat itu sudah kumasukkan empat hari yang lalu --ya, empat hari yang lalu. Ternyata, proses sebuah surat memang panjang, dan itu pada dinas yang mengurusi masalah kesehatan.
Dari kampus, aku bawa surat itu untuk Dinas agar dikeluarkan surat untuk rumah sakit agar bisa diperiksa kesehatan. Surat itu dibawa ke rumah sakit. sesampai di sana, masih untung ada orang yang menggawanginya. Kalau tidak, orang-orang di sana dengan enteng akan mengatakan: besok saja balik lagi.
Padahal, mungkin kita sudah 'membuang' waktu beberapa jam.
Inilah potret birokrasi kita, hal-hal substansil tak lagi berada pada tempatnya. Sehingga wajar ada selentingan, ketika ada orang yang sedang sekarat, mungkin ia akan 'meninggal' karena terlalu lama menunggu proses administrasi, siapa penanggung jawab, dan sebagainya.
Itu yang sering terjadi dan tampak, kita sebagai orang yang santun seperti tak menghargai bagaimana kemanusiaan itu harus dijaga!
Mudah-mudahan kita bisa menunggu optimis untuk tahun depan yang akan menendang 'tragedi-tragedi' seperti itu!