sulaiman's Site, Jak Piyoh

sulaiman's posts with tag: acehinstitute

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag acehinstitute
Link: http://www.acehinstitute.org/kolom_gampong_stripa_ai.htm

Untuk menemukan sebagian tulisan-tulisan saya yang terbaru, dapat mengunjungi website ini.

Blog EntryMuebisanFeb 22, '07 1:13 AM
for everyone

MEUBISAN

 

POLEM Suman telah menjadi tokoh orang kaya di gampong. Tentu, bersama beberapa orang yang memiliki usaha yang berlainan. Polem Suman termasuk seorang toke coklat yang sukses.

Selain Polem Suman, masih ada Apa Bansu yang mengelola empat buah meusen ceumeulho di gampong. Sedangkan Pawang Raman punya tiga boat thep-thep di kuala. Sementara, satu orang lagi, Teungku Sufi memiliki tanah yang bergunca.

Yang jelas, orang kaya gampong tidak lebih dari lima orang itu. Tapi di antara semua orang kaya gampong, hanya Polem Suman yang paling dianggap paling kaya. Itu karena usaha Polem sangat bersentuhan langsung di setiap zaman.

Semua orang gampong rata-rata memiliki pohon coklat. Walau hanya lima-enam batang. Setiap hari ada saja orang yang menjual coklat yang telah kering. Kalaupun ada orang-orang yang memerlukan uang dalam sekejap, mereka selalu datang ke Polem Suman, ketimbang Apa Bansu, Pawang Raman, atau Teungku Sufi.

Orang gampong merasa dekat dengan Polem Suman. Polem selalu memberikan uang sebagai utang bila ada orang gampong yang benar-benar membutuhkan. Syaratnya, orang tersebut sudah terakui kredibilitasnya. Bila berjanji akan membayar hari pulan, ia akan menunaikannya.

 

Seterusnya, dalam Kolom Gampong, www.acehnstitute.org

 


Blog EntryTokeFeb 19, '07 4:16 AM
for everyone

TOKE

 

DI Kuta, sekolah bukan lagi tempat belajar semata. Sekolah menjadi lokasi yang potensial sebagai tempat berjual-beli. Bahkan mungkin segala sesuatu sudah bisa diperjualbelikan di sana. Itu karena pengambil kebijakan memberi izin kepada para toke untuk masuk sekolah.

Syahdan, ketika saya masih kecil, yang masuk ke sekolah itu bukan para toke besar. Yang boleh masuk sekolah hanya para toke kecil yang mencari sesuap nasi, semisal memperjualbelikan satu-dua es lilin.

Ada juga toke yang menjual makanan semisal mie caluek. Di sudut bangunan sekolah, toke membangun sedikit tempat berteduh. Para siswa akan menghabiskan waktu istirahatnya di sana dengan makan mie caluek dan sebatang es lilin.

Kini, mie caluek sudah sedikit yang menjadi pilihan. Es lilin sudah jarang dibeli. Pasalnya, mie caluek sudah berganti dengan mie goreng. Bahkan jenis spagetti pun sudah masuk sekolah.

 

Selajutnya, Kolom Gampong, www.acehinstitute.org


Blog EntryPlokFeb 14, '07 7:22 AM
for everyone

PLOK

 

LEM –orang-orang menyingkat dari kata PolemPlok, sudah menempati rumah baru. Lem Plok sudah kelihatan berbahagia. Isterinya, Cutpo Wati, sering teuseuh’eh (tersenyum renyah) ke semua tetangga. Padahal jauh hari sebelumnya, Cutpo Wati seperti terjahit mulutnya. Jarang ia teuseuh’eh. Yang kerap, brigen (sering marah-marah), selalu.

Rupanya akhir-akhir ini, Cutpo Wati sudah sering naik mobil double cabin. Tahu ‘kan, ia hanya punya kereta (sepeda motor). Kemana-mana, diantar sama Lem Plok. Itu pun kereta butut.

Lem Plok dan Cutpo Wati sudah seperti bersepakat. Mereka berjanji di pante ceureumen (Ulee Lheue), bahwa mereka akan kawin dengan kemampuan seadanya. Mereka akan memilih hidup sulit.

Syahdan, Lem Plok itu adalah mantan aktivis mahasiswa tahun 1980-an. Suaranya garang, getarannya vokal, nadinya gagah. Semua orang bangga kepadanya. Bahkan kawan-kawannya menyanjung Lem Plok “dengan sebenarnya hidup”.

            “Hidup itu adalah sebuah pilihan,” begitu Lem Plok, berkata dalam orasi yang sering ia teriakkan dengan lantang.

            “Sebagai sebuah pilihan, maka hidup menawarkan banyak godaan. Akan kita bertekuk lutut pada godaan itu lalu menjadi pecundang. Atau, kita menepisnya biar tetap sebagai pahlawan,” begitu sambungnya.

 

Seterusnya, lihat kolom Gampong Sulaiman Tripa: www.acehinstitute.org


Blog EntryIroniFeb 8, '07 5:33 AM
for everyone

DARI Banda Aceh sampai ke Sigli, berjarak sekitar 108 kilometer. Dengan jalan yang berjarak demikian, terdapat 113 lubang yang “mematikan”. Ini valid, bisa dihitung sendiri sambil pulang ke arah Utara –bila memang gampong­-nya di sana. Yang jelas, lubang-lubang itu bertindih di atas badan jalan.

Padahal jalan dari Banda Aceh sampai ke Sigli itu sudah diperbaiki. Malah dipasang aspal hotmix. Tapi sudah rusak kembali. Sejak keluar dari Lambaro, lubang-lubang sudah ditemui. Di sekitar Indrapuri, saya beberapa kali pernah terperosok beberapa kali ke dalamnya. Di sekitar penggunungan Seulawah, malah lebih parah-parah. Lubang-lubang di sana lebih dalam dari yang lain.

 

Selanjutnya, www.acehinstitute.org


Blog EntryKhanduriFeb 7, '07 1:35 AM
for everyone

KHANDURI (1)

 

MAWA Pulah sudah menyerahkan segala urusan kepada Yang Maha Kuasa. Seluruh anggota keluarganya sudah meninggal semua dalam suatu bencana yang terjadi di gampong. Tak hanya keluarga Mawa Pulah, banyak anggota keluarga gampong yang turut menjadi korban.

Orang-orang gampong sangat yakin dengan adanya qadha dan qadar. Tak perlu ada yang gundah bila orang-orang gampong itu seperti sepakat, mengakui bencana itu karena gampong mereka selama sudah terlanjur ternoda. Tersiram noktah dalam berbagai bentuk dari perangai manusia.

 

Selanjutnya, lihat “Kolom Gampong” di: www.acehinstitute.org


Blog EntryKolomkuJan 29, '07 5:45 AM
for everyone
Kolom Gampong
SUGESTI

Oleh: Sulaiman Tripa

YANG sangat dibutuhkan oleh orang-orang yang sedang sakit, adalah obat dan semangat. Bukan makanan seperti yang kita lihat di sekitar kita, bila ada orang sakit, lalu orang-orang yang mengunjunginya berlomba-lomba membawa buah-buahan dan makanan. Padahal, orang-orang yang mengunjungi orang sakit sudah bisa meraba, bahwa makanan atau buah-buahan yang dibawa, maka yang akan memakannya adalah orang-orang yang menjaga orang sakit, bukan orang yang sedang sakit.

Selanjutnya, silakan klik www.acehinstitute.org


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 sonnenvogel.com All rights reserved.