Do you know sulaiman?Become his contact | Who is on Multiply?Find your friends | Want to learn more?Take the Tour | Already a Member?Sign In |
TOKEDI Kuta, sekolah bukan lagi tempat belajar semata. Sekolah menjadi lokasi yang potensial sebagai tempat berjual-beli. Bahkan mungkin segala sesuatu sudah bisa diperjualbelikan di Syahdan, ketika saya masih kecil, yang masuk ke sekolah itu bukan para toke besar. Yang boleh masuk sekolah hanya para toke kecil yang mencari sesuap nasi, semisal memperjualbelikan satu-dua es lilin. Kini, mie caluek sudah sedikit yang menjadi pilihan. Es lilin sudah jarang dibeli. Pasalnya, mie caluek sudah berganti dengan mie goreng. Bahkan jenis spagetti pun sudah masuk sekolah.
Selajutnya, Kolom Gampong, www.acehinstitute.org
PLOK LEM –orang-orang menyingkat dari kata Polem—Plok, sudah menempati rumah baru. Lem Plok sudah kelihatan berbahagia. Isterinya, Cutpo Wati, sering teuseuh’eh (tersenyum renyah) ke semua tetangga. Padahal jauh hari sebelumnya, Cutpo Wati seperti terjahit mulutnya. Jarang ia teuseuh’eh. Yang kerap, brigen (sering marah-marah), selalu. Rupanya akhir-akhir ini, Cutpo Wati sudah sering naik mobil double cabin. Tahu ‘ Lem Plok dan Cutpo Wati sudah seperti bersepakat. Mereka berjanji di pante ceureumen (Ulee Lheue), bahwa mereka akan kawin dengan kemampuan seadanya. Mereka akan memilih hidup sulit. Syahdan, Lem Plok itu adalah mantan aktivis mahasiswa tahun 1980-an. Suaranya garang, getarannya vokal, nadinya gagah. Semua orang bangga kepadanya. Bahkan kawan-kawannya menyanjung Lem Plok “dengan sebenarnya hidup”. “Hidup itu adalah sebuah pilihan,” begitu Lem Plok, berkata dalam orasi yang sering ia teriakkan dengan lantang. “Sebagai sebuah pilihan, maka hidup menawarkan banyak godaan. Akan kita bertekuk lutut pada godaan itu lalu menjadi pecundang. Atau, kita menepisnya biar tetap sebagai pahlawan,” begitu sambungnya.
Seterusnya, lihat kolom Gampong Sulaiman Tripa: www.acehinstitute.org
Padahal jalan dari Banda Aceh sampai ke Sigli itu sudah diperbaiki. Malah dipasang aspal hotmix. Tapi sudah rusak kembali. Sejak keluar dari Lambaro, lubang-lubang sudah ditemui. Di sekitar Indrapuri, saya beberapa kali pernah terperosok beberapa kali ke dalamnya. Di sekitar penggunungan Seulawah, malah lebih parah-parah. Lubang-lubang di
Selanjutnya, www.acehinstitute.org
KHANDURI (1)MAWA Pulah sudah menyerahkan segala urusan kepada Yang Maha Kuasa. Seluruh anggota keluarganya sudah meninggal semua dalam suatu bencana yang terjadi di gampong. Tak hanya keluarga Mawa Pulah, banyak anggota keluarga gampong yang turut menjadi korban. Orang-orang gampong sangat yakin dengan adanya qadha dan qadar. Tak perlu ada yang gundah bila orang-orang gampong itu seperti sepakat, mengakui bencana itu karena gampong mereka selama sudah terlanjur ternoda. Tersiram noktah dalam berbagai bentuk dari perangai manusia. Selanjutnya, lihat “Kolom Gampong” di: www.acehinstitute.org
Kolom Gampong SUGESTI Oleh: Sulaiman Tripa YANG sangat dibutuhkan oleh orang-orang yang sedang sakit, adalah obat dan semangat. Bukan makanan seperti yang kita lihat di sekitar kita, bila ada orang sakit, lalu orang-orang yang mengunjunginya berlomba-lomba membawa buah-buahan dan makanan. Padahal, orang-orang yang mengunjungi orang sakit sudah bisa meraba, bahwa makanan atau buah-buahan yang dibawa, maka yang akan memakannya adalah orang-orang yang menjaga orang sakit, bukan orang yang sedang sakit. Selanjutnya, silakan klik www.acehinstitute.org |